Manusia adalah makhluk paling sempurna,
bukannya berarti manusia itu lebih cerdas daripada segenap makhluk,
melainkan manusia lebih berezeki dibandingkan segenap makhluk lainnya,
bisa bertahan dalam mengalami penderitaan dan penempaan yang sulit, bisa
berkultivasi dalam masa hidupnya dan satu-satunya yang bisa berpeluang
kembali ke jati diri yang asli dan mencapai kesempurnaan.
Sementara
satwa-satwa lain di dunia, tak peduli seberapa besarnya, sepintar
apapun dan sepanjang apapun usianya, semuanya tidak memiliki kesempatan
untuk berkultivasi.
Shakespeare?
di dalam hasil karya ternamanya Hamlet pernah mengatakan kalimat ini:
"Manusia adalah inti sari alam semesta, pemimpin segala makhluk." Di
dalam dunia manusia betul memang terdapat banyak keburukan, kejahatan
dan pemelintiran, misalnya keserakahan, kekerasan, pornografi,
kegagalan, kerisauan, kesepian, kekalahan, penderitaan dan dingin tak
berperasaan dan lain-lain.
Tetapi
niat dan batin manusia menentukan segalanya, di dalam hati seorang
manusia apabila telah tertanam benih ketulusan dan kebajikan, maka
sumber keindahan akan selalu berada di dalam hati manusia. Memiliki
tubuh manusia baru bisa berkultivasi, memiliki tubuh manusia baru
memiliki harapan untuk balik ke jati diri kembali ke aslinya (yang
suci).
Banyak orang menemukan
alam semesta ini demikian indah, tetapi tidak mengetahui bahwa
manusialah hasil karya paling indah dari sang Pencipta, karena Tuhan
sang pencipta menggunakan image diri-Nya sendiri dalam membentuk wujud
manusia, keindahan tubuh manusia melebihi semua makhluk di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar