Blog Ini Dibuat Sebagai Sarana Menyimpan Tugas-tugas ISBD Dosen Pengampu Ana Maulana, Drs., M.Pd.

Jumat, 20 Januari 2012

Manusia Sebagai Makhluk Sempurna

Manusia adalah makhluk paling sempurna, bukannya berarti manusia itu lebih cerdas daripada segenap makhluk, melainkan manusia lebih berezeki dibandingkan segenap makhluk lainnya, bisa bertahan dalam mengalami penderitaan dan penempaan yang sulit, bisa berkultivasi dalam masa hidupnya dan satu-satunya yang bisa berpeluang kembali ke jati diri yang asli dan mencapai kesempurnaan.

Sementara satwa-satwa lain di dunia, tak peduli seberapa besarnya, sepintar apapun dan sepanjang apapun usianya, semuanya tidak memiliki kesempatan untuk berkultivasi.

Shakespeare? di dalam hasil karya ternamanya Hamlet pernah mengatakan kalimat ini: "Manusia adalah inti sari alam semesta, pemimpin segala makhluk." Di dalam dunia manusia betul memang terdapat banyak keburukan, kejahatan dan pemelintiran, misalnya keserakahan, kekerasan, pornografi, kegagalan, kerisauan, kesepian, kekalahan, penderitaan dan dingin tak berperasaan dan lain-lain.

Tetapi niat dan batin manusia menentukan segalanya, di dalam hati seorang manusia apabila telah tertanam benih ketulusan dan kebajikan, maka sumber keindahan akan selalu berada di dalam hati manusia. Memiliki tubuh manusia baru bisa berkultivasi, memiliki tubuh manusia baru memiliki harapan untuk balik ke jati diri kembali ke aslinya (yang suci).

Banyak orang menemukan alam semesta ini demikian indah, tetapi tidak mengetahui bahwa manusialah hasil karya paling indah dari sang Pencipta, karena Tuhan sang pencipta menggunakan image diri-Nya sendiri dalam membentuk wujud manusia, keindahan tubuh manusia melebihi semua makhluk di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar