Blog Ini Dibuat Sebagai Sarana Menyimpan Tugas-tugas ISBD Dosen Pengampu Ana Maulana, Drs., M.Pd.

Minggu, 22 Januari 2012

Manusia dan Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Manusia dan Peradaban

Pengertian  peradaban berasal dari bahasa ‘adab` yang berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Manusia yang beradab adalah manusia yang memiliki kesopanan dan berbudi pekerti. Manusia yang tidak beradab: biadab. Peradaban didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku atau agama yang membedakannya dari yang lain. Beradab tidaknya sebuah masyarakat bersifat relatif

Kebutuhan akan adab dengan peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial, kebudayaan dan cara berkehidupan yang sudah maju yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. Peradaban merupakan tahap kebudayaan tertentu dan telah maju yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan lain-lain. Masyarakat memiliki peradaban yang berbeda-beda satu sama lain

Dalam kebudayaan Barat, manusia beradab adalah yang berpendidikan, sopan dan berbudaya. Ciri penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya (cultured), antara lain: melek huruf (lettered). Proses perkembangan kebudayaan tiap masyarakat berbeda tergantung tantangan, lingkungan dan kemampuan intelektual manusia mengatasi tantangan tadi. Konsep Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat ttt yang diperoleh manusia pendukungnya yang dicirikan oleh iptek dan kesenian

Jumat, 20 Januari 2012

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang teIjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya
banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain. tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperolch suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhimya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya. Para ahli lebih banyak membantu saja. Sekali lagi semuanya itu merupakan “resiko” karena seseorang mau’hidup, Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang wajib diatasi.

Manusia Sebagai Makhluk Sempurna

Manusia adalah makhluk paling sempurna, bukannya berarti manusia itu lebih cerdas daripada segenap makhluk, melainkan manusia lebih berezeki dibandingkan segenap makhluk lainnya, bisa bertahan dalam mengalami penderitaan dan penempaan yang sulit, bisa berkultivasi dalam masa hidupnya dan satu-satunya yang bisa berpeluang kembali ke jati diri yang asli dan mencapai kesempurnaan.

Sementara satwa-satwa lain di dunia, tak peduli seberapa besarnya, sepintar apapun dan sepanjang apapun usianya, semuanya tidak memiliki kesempatan untuk berkultivasi.

Shakespeare? di dalam hasil karya ternamanya Hamlet pernah mengatakan kalimat ini: "Manusia adalah inti sari alam semesta, pemimpin segala makhluk." Di dalam dunia manusia betul memang terdapat banyak keburukan, kejahatan dan pemelintiran, misalnya keserakahan, kekerasan, pornografi, kegagalan, kerisauan, kesepian, kekalahan, penderitaan dan dingin tak berperasaan dan lain-lain.

Tetapi niat dan batin manusia menentukan segalanya, di dalam hati seorang manusia apabila telah tertanam benih ketulusan dan kebajikan, maka sumber keindahan akan selalu berada di dalam hati manusia. Memiliki tubuh manusia baru bisa berkultivasi, memiliki tubuh manusia baru memiliki harapan untuk balik ke jati diri kembali ke aslinya (yang suci).

Banyak orang menemukan alam semesta ini demikian indah, tetapi tidak mengetahui bahwa manusialah hasil karya paling indah dari sang Pencipta, karena Tuhan sang pencipta menggunakan image diri-Nya sendiri dalam membentuk wujud manusia, keindahan tubuh manusia melebihi semua makhluk di dunia.

Selasa, 17 Januari 2012

Materi Cinta Kasih

Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur  - unsur dasar tertentu yaitu:
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.

Puisi Cinta Kasih

              INDAHNYA CINTA
Cinta datang tak di duga
Hanya kepada-Nya
Kita percaya
Bahwa Dia pencipta ini semua.
     Impian cinta akan saling memberi
     Satu dengan yang lain,
     Serupa dengan apa yang di lakukan
     Matahari ketika mendekati malam
Dan apa yang di lakukan
Bulan ketika mendekati pagi

Semua tak di duga
Ku mencintai apa adanya
     Dengan tulus hati berbunga
     Wangi semerbak bunga cinta
     Yang selalu tebarkan harumnya cinta
     Hingga mampu menghanyutkan
     Sebuah lamunan ke surga cinta
Dan inginku akhiri semua
Dengan kehidupan cinta kasih dan keindahan

Rabu, 11 Januari 2012

Wanita Hamil 5 Bulan Dibantai, Mayat Dibuang ke Air Terjun

November 30, 2011 by syamsir
 Filed under Berita Terkini, Headline
BANDUNG (Pos Kota) – Jajaran Reskrim Polres Cimahi dan Polsek Padalarang, Jawa Barat, menurunkan tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap wanita hamil lima bulan yang mayatnya di buang di Curug Cihaur, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Dari hasil identifikasi korban dibantai tadi malam kemudian mayatnya dibuang ke curug. “Bisa saja korban yang tak beridentitas itu dibantai karena hamil dan minta pertanggungjawaban,” kata Kapolsek Padalarang AKP Wowon, kepada wartawan, Rabu (30/11/2011).
Dia mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan, korban menghembuskan nafas terakhir diduga kuat akibat dianiaya. Polisi menemukan luka memar di bagian kepala dan kening dan diduga bekas pukulan benda tumpul. Meski begitu, Wowon masih perlu melakukan identifikasi atas luka tadi. “ Tak menutup kemungkinan luka itu akibat benturan benda keras saat dibuang ke curug,” lanjutnya.
Wowon menyebutkan, wanita hamil ini dibuang di curug berkedalaman belasan meter memiliki ciri kulit hitam manis mengenakan kaus putih gambar bunga, serta mengenakan celana training panjang cokelat, Untuk menindaklanjuti dugaan tadi polisi mengirim jenazah ke kamar mayat RSHS Bandung.
Keterangan menyebutkan, terungkapnya sosok mayat wanita hamil di curug, Rabu sekitar pukul 09.00. Warga setempat yang sedang melihat curug terkejut karena menemukan sosok mayat wanita. Mereka bergegas lapor ke Polsek Padalarang kemudian polisi melakukan pemerksaan dan mengevakuasi mayat.