Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu
bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan
hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,
pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu
merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah
menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu
bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan
melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil
pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat
diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia
menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau
petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan
asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai
pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu disebut
ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu :
cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa
yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik
yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau
perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.
Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana,
dan kepercayaan kepada Tuhan.
Blog Ini Dibuat Sebagai Sarana Menyimpan Tugas-tugas ISBD Dosen Pengampu Ana Maulana, Drs., M.Pd.
Minggu, 22 Januari 2012
Manusia dan Peradaban
Pengertian peradaban berasal dari bahasa ‘adab` yang
berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Manusia yang beradab adalah manusia yang
memiliki kesopanan dan berbudi pekerti. Manusia yang tidak beradab: biadab. Peradaban didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran
kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku atau agama yang membedakannya
dari yang lain. Beradab
tidaknya sebuah masyarakat bersifat relatif
Kebutuhan akan
adab dengan peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial,
kebudayaan dan cara berkehidupan yang sudah maju yang menyebabkan berbeda dari
masyarakat lain. Peradaban merupakan tahap kebudayaan tertentu dan telah maju
yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan lain-lain. Masyarakat
memiliki peradaban yang berbeda-beda satu sama lain
Dalam kebudayaan
Barat, manusia beradab adalah yang berpendidikan, sopan dan berbudaya. Ciri
penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya (cultured), antara lain:
melek huruf (lettered). Proses perkembangan kebudayaan tiap masyarakat berbeda
tergantung tantangan, lingkungan dan kemampuan intelektual manusia mengatasi
tantangan tadi. Konsep Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang
telah mencapai tingkat ttt yang diperoleh manusia pendukungnya yang dicirikan
oleh iptek dan kesenian
Jumat, 20 Januari 2012
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan
itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas
penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan.
Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas
penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang
belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai
langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan
“risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada
umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang
kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan
dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia telah diberikan tanda atau
wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap
terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian
dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia
waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang teIjadinya
penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah
memberikannya
banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain.
tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi
manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat
menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan
nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa
kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat
manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan
demikianlah akan diperolch suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga
secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk
akhimya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang
lebih berat dari yang dialaminya.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam
kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana
manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? Penderitaan fisik yang
dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau
menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak
pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang
dihadapinya. Para ahli lebih banyak membantu saja. Sekali lagi semuanya
itu merupakan “resiko” karena seseorang mau’hidup, Sehingga enak atau
tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang
wajib diatasi.
Manusia Sebagai Makhluk Sempurna
Manusia adalah makhluk paling sempurna,
bukannya berarti manusia itu lebih cerdas daripada segenap makhluk,
melainkan manusia lebih berezeki dibandingkan segenap makhluk lainnya,
bisa bertahan dalam mengalami penderitaan dan penempaan yang sulit, bisa
berkultivasi dalam masa hidupnya dan satu-satunya yang bisa berpeluang
kembali ke jati diri yang asli dan mencapai kesempurnaan.
Sementara
satwa-satwa lain di dunia, tak peduli seberapa besarnya, sepintar
apapun dan sepanjang apapun usianya, semuanya tidak memiliki kesempatan
untuk berkultivasi.
Shakespeare?
di dalam hasil karya ternamanya Hamlet pernah mengatakan kalimat ini:
"Manusia adalah inti sari alam semesta, pemimpin segala makhluk." Di
dalam dunia manusia betul memang terdapat banyak keburukan, kejahatan
dan pemelintiran, misalnya keserakahan, kekerasan, pornografi,
kegagalan, kerisauan, kesepian, kekalahan, penderitaan dan dingin tak
berperasaan dan lain-lain.
Tetapi
niat dan batin manusia menentukan segalanya, di dalam hati seorang
manusia apabila telah tertanam benih ketulusan dan kebajikan, maka
sumber keindahan akan selalu berada di dalam hati manusia. Memiliki
tubuh manusia baru bisa berkultivasi, memiliki tubuh manusia baru
memiliki harapan untuk balik ke jati diri kembali ke aslinya (yang
suci).
Banyak orang menemukan
alam semesta ini demikian indah, tetapi tidak mengetahui bahwa
manusialah hasil karya paling indah dari sang Pencipta, karena Tuhan
sang pencipta menggunakan image diri-Nya sendiri dalam membentuk wujud
manusia, keindahan tubuh manusia melebihi semua makhluk di dunia.
Selasa, 17 Januari 2012
Materi Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang
(kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata
kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan.
Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta
lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih
merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah
sebagai berikut:
- Cinta bersifat manusiawi
- Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur - unsur
dasar tertentu yaitu:
- Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
- Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
- Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
- Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Puisi Cinta Kasih
INDAHNYA CINTA
Cinta datang tak di duga
Hanya kepada-Nya
Kita percaya
Bahwa Dia pencipta ini semua.
Hanya kepada-Nya
Kita percaya
Bahwa Dia pencipta ini semua.
Impian cinta akan saling memberi
Satu dengan yang lain,
Serupa dengan apa yang di lakukan
Satu dengan yang lain,
Serupa dengan apa yang di lakukan
Matahari ketika mendekati malam
Dan apa yang di lakukan
Bulan ketika mendekati pagi
Semua tak di duga
Bulan ketika mendekati pagi
Semua tak di duga
Ku mencintai apa adanya
Dengan tulus hati berbunga
Wangi semerbak bunga cinta
Yang selalu tebarkan harumnya cinta
Hingga mampu menghanyutkan
Sebuah lamunan ke surga cinta
Wangi semerbak bunga cinta
Yang selalu tebarkan harumnya cinta
Hingga mampu menghanyutkan
Sebuah lamunan ke surga cinta
Dan inginku akhiri semua
Dengan kehidupan cinta kasih dan keindahan
Dengan kehidupan cinta kasih dan keindahan
Rabu, 11 Januari 2012
Wanita Hamil 5 Bulan Dibantai, Mayat Dibuang ke Air Terjun
November 30, 2011 by syamsir
Filed under Berita
Terkini, Headline
BANDUNG (Pos Kota)
– Jajaran Reskrim Polres Cimahi dan Polsek Padalarang, Jawa Barat, menurunkan
tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap wanita hamil lima bulan yang mayatnya
di buang di Curug Cihaur, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Dari hasil identifikasi korban dibantai tadi
malam kemudian mayatnya dibuang ke curug. “Bisa saja korban yang tak
beridentitas itu dibantai karena hamil dan minta pertanggungjawaban,” kata
Kapolsek Padalarang AKP Wowon, kepada wartawan, Rabu (30/11/2011).
Dia mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan,
korban menghembuskan nafas terakhir diduga kuat akibat dianiaya. Polisi menemukan
luka memar di bagian kepala dan kening dan diduga bekas pukulan benda tumpul.
Meski begitu, Wowon masih perlu melakukan identifikasi atas luka tadi. “ Tak
menutup kemungkinan luka itu akibat benturan benda keras saat dibuang ke
curug,” lanjutnya.
Wowon menyebutkan, wanita hamil ini dibuang di
curug berkedalaman belasan meter memiliki ciri kulit hitam manis mengenakan
kaus putih gambar bunga, serta mengenakan celana training panjang cokelat,
Untuk menindaklanjuti dugaan tadi polisi mengirim jenazah ke kamar mayat RSHS
Bandung.
Keterangan menyebutkan,
terungkapnya sosok mayat wanita hamil di curug, Rabu sekitar pukul 09.00. Warga
setempat yang sedang melihat curug terkejut karena menemukan sosok mayat
wanita. Mereka bergegas lapor ke Polsek Padalarang kemudian polisi melakukan
pemerksaan dan mengevakuasi mayat.
Langganan:
Postingan (Atom)